THE TRUE POWER OF AMAL


Oleh : Ki AKbar (Penulis buku : Biarkan Tubuh Anda yang Menyembuhkan)

Segala perbuatan yang kita lakukan akan selalu mempengaruhi system energi tubuh kita.Segala tindakan yang kita lakukan, baik ataupun buruk , akan selalu berdampak pada system energi tubuh kita.

Firman Allah dalam Alqur`an :

”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri..............................”. (Q.S. Al-Israa’ : 7)
”Maka barang siapa mengerjakan kebaikkan sebarat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (Q.S. Az-Zalzalah: 7)
”Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya”.(Q.S. Az-Zalzalah: 8).


Dalam dogma agama kita sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat di atas mengatakan bahwa segala perbuatan sekecil apapun akan ada balasannya , artinya segala yang dilakukan akan berpengaruh pada diri pelakunya sendiri .Dalam bahasan lainnya kita menyebutnya hukum sebab akibat, atau dalam ilmufisika kita mengenal apa yang dinamakan hukum aksi reaksi. Apa yang terjadi saat ini adalah suatu akibat yang tidak lain merupakan akumulasi dari berbagai sebab yang kita lakukan dimasa yang lalu.Sebuah “Reaksi” dan “Akibat” akan timbul manakala ada sebuah “Aksi” atau “Sebab”. Apa yang kita lakukan saat ini akan menimbulkan dampak kedepannya. Dampak atau Reaksi ini berbanding lurus dengan sebuah Aksi. Jika Aksi baik maka kedepannya akan berimbas baik juga, begitupun sebaliknya.

Pada beberapa artikel sebelumnya ( lihat kriyasemestafoundation.blogspot.com), saya pernah bercerita tentang seorang ibu yang mengalami proses penyembuhan yang sangat cepat dan fantastis.Penyakit miom yang dideritanya tersembuhkan hanya dalam waktu sebulan, padahal ia hanya tiga kali datang ke tempat kami .Semuanya adalah berkah sedekah yang rutin ia jalankan semenjak tahu beratnya penyakit yang diderita, setiap hari ia berbagi sebagian makanan yang akan dihidangkan dengan tetangga sebelah yang jauh lebih miskin darinya.

Sufi besar Muhyiddin Ibnu Arabi menjelaskan bahwa sedekah atau beramal yang dilakukan seseorang di pasar, lebih bernilai dari mengucapkan asma Allah Ya Razzaq… ya Razzaq ribuan kali di dalam masjid. Dari sini kita dapat simpulkan bahwa amal baik kita pada orang lain sebagai tanda bakti pada Ilahi nilainya jauh lebih dahsyat dari hanya duduk diam dan sekedar memuji Ilahi, tindakan lebih berarti dari sekedar kata-kata.

Tidak hanya sedekah, amal apapun yang kita lakukan pada orang lain ataupun lingkungan, kita, sekecil apapun kita memandangnya, akan selalu berdampak pada jasmani, ruhani, dan system energi pengamalnya secara keseluruhan.Bahkan sebuah senyum kecil yang kita sunggingkan pada orang lain, akan menimbulkan rentetan reaksi berantai yang pada akhirnya akan mengakibatkan dampak positif bagi diri kita sendiri.Dalam berbagai situs kesehatan diantarannya kesehatan.myhendra,web.id disebutkan bahwa ternyata dari segi kesehatan, senyum memiliki peran yang penting untuk ikut menjaga kebugaran tubuh. .Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran Endorphin dan Serotonin. Endorphin adalah pereda rasa sakit secara alami, sedangkan Serotonin adalah hormon yang mengendalikan mood seseorang .Selain membantyu merelaksasi otot-otot wajah, senyum pun dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik..Tidak hanya itu, Ketika kita tersenyum, maka tekanan darah pun akan menurun dengan sendirinya. Senyum, sebuah amal atau aksi kecil yang kita lakukan akan menimbulkan serentetan reaksi berantai yang akan mempengaruhi alam semesta dan pada akhirnya manfaatnya akan kembali pada diri kita sendiri.
Suatu hari saya pernah betemu dengan seorang ahli spiritual healing, metodenya selain memberikan motivasi berlandaskan tauhid pada pasiennya, ia pun menggunakan penyaluran energi spiritual.Saya melihat ada sertifikat Master dari guru besar tenaga prana Grand Mater Choa Kok Sui di ruang prakteknya, dan saya pun merasakan energi beliau ini memang cukup kuat.Saat ditanyakan , Abu Reza begitu panggilan akrabnya menjawab ,” Saya jarang meditasi apalagi puasa. Energi penyembuhan yang saya dapatkan ini adalah anuigerah dari Allah setelah menjalani laku spiritual tertentu.”

Saat ditanyakan tentang laku apa yang dijalaninya, praktisi spiritual yang juga pengusaha computer ini menjawab,” Karena saat itu guru saya yang seorang Kyai di sebuah pondok pesantren di Jawa Barat menyuruh saya puasa senin kamis demi mendapatkan ilmu pengobatan, saya katakana saja terus terang pada beliau bahwa bagi saya shaum wajib ramadlan pun teramat berat untuk menjalaninya apalagi shaum sunat.Saya berusaha menawarnya dengan amalan lain yang ganjarannya hampir sama dengan shaum.Guru saya menyarankan agar saya membersihkan mesjid setiap hari sambil memberi makan orang miskin setiap hari.Akhirnya setiap hari tidak pernah saya lewatkan tanpa menyapu dan mengepel mesjid dan berbagai makanan dengan petugas masjid setiap harinya, dan itu itu saya lakukan selama 40 hari berturut-turut.Hingga suatu hari saya mengikuti lokakarya Tenaga Prana yang dihadiri langsung oleh Grand Master Choa Kok Sui.Tanpa diduga , Sang Grand Master asala Filipina itu mendekati saya dan mengatakan bahwa energi tubuh dan spiritual saya jauh di atas semua siswa yang hadir saat itu dan beliau pun langsung memberikan sertifikat master pengajar pada saya.”

Dari kisah di atas,. kita pun mendapatkan pelajaran lainnya bahwa perlakuan baik kita atau amal yang kita lakukan pada lingkungan pada akhirnya akan kembali pada diri kita sendiri.Segala perbuatan baik kita pada orang lain atau lingkungan kita akan menimbulkan dampak positif pada system energi kita secara keseluruhan.Kita dan lingkungan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.Ambil contoh saat kita menyapu halaman atau jalan disekitar rumah kita, aksi tersebut tidak hanya sekedar menjadikan halaman dan jalan menjadi bersih, tetapi akan menimbulkan pula rasa nyaman atau rasa keindahan saat memandangnya, walhasil system energi tubuh kita pun akan membaik karena rasa nyaman ini.

Dalam sudut pandang Fisika Quantum, maupun Wahdatul Wujud difahami bahwa diri kita (mikrokosmos) adalah bagian yang tak terpisahkan dengan (alam semesta) makrokosmos, kita dan semesta adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain. Seperti halnya dengan gas buang yang kita lepaskan dari knalpot kendaraan kita setiap harinya akan kembali meracuni paru-paru kita, karena hekekatnya kita dan semesta adalah suatu kesatuan yang tak terpisahkan.Darisini kita dapat memahami mengapa sebuah senyum yang kita sunggingkan pada orang lain ternyata berdampak pula pada kesehatan tubuh kita , dan pada system tubuh kita secara keseluruhan.

Suatu hari seorang teman , sebut saja namanya Ade , mengeluhkan tentang upayanya banting tulang mencari rezeki untuk keluarganya, namun ikhtiarnya selama berhari-hari belum juga membuahkan hasil.Setelah mendengan keluh kesahnya, seorang teman langsung menimpalinya”jelas saja usahamu ga berhasil, wajahmu saja kusut, pasti rezekimu juga kusut,”

Setelah mendengar saran-saran kami, keesokan harinya Ade memulai harinya dengan sebuah senyuman, ia mncoba tersenyum pada dirinya, tersenyum pada kehidupannya.Selama perjalanannya ke Bandung dari rumahnya di kota garut ia mencoba tersenyum.Menjelang sore ia dikejutkan dengan sebuah pesan singkat di handphonenya yang kurang lebih berbunyi,” proyeknya dah goal, ada komisi buat lu, datang aja kesin!”

Sebuah amal apapun yang kita lakukan pada orang lain , bahkan sebuah senyum yang kita sunggingkan pada orang lain adalah sebuah aksi yang memancarkan medan energi positif yang akan menyebabkan serangkaian reaksi berantai di alam semesta yang kemudian akan kembali pada diri kita sendiri.Mekanismenya memang seperti itu.Itulah hukum semesta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel