MENGAPA HARUS BERTA`AWUDZ, MENJAWAB PERTANYAAN PENGIKUT TAREKAT YANG MENYIMPANG



Oleh : Akbar Kuspriadi, Garnd Master of Reiki

Dan jika engkau membaca al-Qur'an,
hendaklah engkau berlindung kepada Allah dari setan-setan ar-rajim
An-Nahl (16 : 98)
Aku memohon perlindungan untuknya serta anak- anak keturunannya
kepada (pemeliharaan dan pendidikan) Engkau dari setan-setan ar-rajim
Ali Imran (3 : 36)


Sebuah pesan singkat ( SMS) saya baca melalui HP saya, dari seorang teman, isinya kurang lebih tentang kebingungannya menjawab sebuah pertanyaan dari seseorang yang katanya mendalami sebuah tarekat, sebuah pertanyaan sederhana namun cukup sulit dijawab, tentang mengapa harus ta'awudz (mohon perlindungan pada Allah dari godaan Syetan)bila kita sudah bersama Allah.

Membaca SMS tersebut, saya jadi teringat kembali pernyataan salah seorang rekan yang juga katanya mendalami sebuah tarekat tertentu,Dalam sebuah diskusi di rumahnya daerah Buah batu Bandung, mahasiswa asal kalimantan itu berujar" Bukankah Innallaha ma'ana (Allah bersama kita), kalau sudah bersama Allah , masa sih setan berani mendekat, dan bukankah kita harus yakin bahwa Allah melindungi kita selama kita bersamaNya, artinya selama kita bersama Allah mengapa kita masih harus ragu akan perlindungan Allah dari segala bentuk godaan.Jadi untuk apa lagi kita ta'awudz bila kita sudah bersama Allah Dan kita harus yakin akan penjagaan Allah."

Dalam hati saya berkata , Itulah sebabnya barangkali mengapa Imam Ali Khamenei mengharamkan mengikuti Tharekat, karena selain mayoritas tarekat yang berkembang sudah melenceng dari tujuan sebenarnya, banyaknya kesimpangsiuran pemikiran yang berkembang, sebagian menjurus ke kesesatan dan kebingungan.barangkali itupula sebabnya mengapa Nahdhatul Ulama membatasi diri dengan hanya membolehkan pengikutnya untuk mempelajari tarekat-tarekat yang mu'tabarah saja.

Ta'awudz adalah sebuah lafadz doa yang biasa dibacakan terutama sebelum membaca Qur'an ,lafadz tersebut berbunyi " A'udzubillahi minassyaithonirrojim" artinya kurang lebih "Aku melindungkan diriku pada Allah dari (segala bentuk pengaruh atau gangguan )syetan yang terkutuk.Ta'awudz Asal katanya `aa'uudzu – ya'uwdzu – `uwdzan – `iyaadzan – ma'aadzan Arti nya Berlindung, minta terpelihara artinya berlindung atau bernaung, seperti seorang yang bernaung atau berlindung pada rimbunnya pohon dari sengatan matahari, seorang yang berta'awudz harus menyadari bahwa dirinya sedang berlindung pada sesuatu dari sesuatu yang ia hindari. Ta`awudz artinya berlindung dari syetan yaitu segala kekuatan atau pengaruh yang menjauhkan kita dari kebenaran ,asal kata syetan-syaithon = Syathana – yasythunu – syathnan = menyalahinya / menjauhi dari kebenaran atau orang / sesuatu yang jahatDalam konteks batin ( emosional-mental-spiritual), seorang yang berta'awudz melindungkan keterbatasan atau kekurangan dirinya pada kesempurnaan atau kecukupan dari Yang maha Sumber, dengan jalan mengucapkan nama-nama Ilahi .Saat berta'awudz misalnya seseorang yang sedang gelisah melindungkan dirinya pada ketentraman Ilahi, dengan ataupun tanpa ia sadari Getaran Spiritual dari nama Allah yang ia sebutkan akan menghilangkan gelombang-gelombang energi kegelisahannya, hati pun menjadi tentram.Saat seorang sedang pesimis, berkecil hati, kemudian berta'awudz , getaran spiritual dari lafadz Allah yang ia ucapkan akan memancarkan gelombang energi positif yang akan menghilangkan getaran-getaran negatif dalam diri pembacanya hingga hati pun terasa lapang.

Dalam True Power of Waternya Dr.Masaru Emoto, ada disebutkan bahwa fikiran-fikiran atau perasaan buruk memancarkan gelombang energi buruk .Bila kita sering memancarkan gelombang energi negatif hasil bentukan fikiran dan perasaan negatif, lambat laun kita akan diliputi oleh gelombang energi negatif yang akan merusak sistem energi kita, dan menurut ilmuwan Jepang yang satu ini,organ-organ tubuh manusia pun akan terganggu karena endapan-endapan energi negatif tersebut.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa kata-kata positif itu memiliki Hado yang memancarkan gelombang energi positif. menurut Dr.Masaru Emoto, Orang yang sering marah harus sering mengucapkan kata-kata yang berlawanan dengan marah yaitu Sabar.Menurutnya , sabar memancarkan getaran energi yang panjang gelombangnya sesuai untuk menetralisir gelombang energi buruk dari kemarahan.Demikian pula dengan gelisah atau takut, dapat dinetralisir dengan banyak-banyak mengucapkan kata Tentram atau tenang atau aman.pun demikian dengan Dendam misalnya, saat seseorang menyimpan atau dikuasai oleh dendam , dengan banyak-banyak menyebut kata Maaf ( memafkan) atau pengampunan , gelombang energi negatif dari dendam yang menguasai dan merusak tubuh, fikiran singkatnya sistem energi pendendam tersebut akan ternetralisir dengan kata Maaf.

Dalam tradisi Islam ada dikenal dengan istilah Asma ulhusna, Asmaul husna merupakan nama-nama Tuhan yang bermakna positif.Kata-kata positif saperti Maaf, sabar , keluasan hati, dst , ada di dalam Asma ulHusna.Al Afuwu dalam Asma ulHusna bermakna yang maha memaafkan, Al Ghafur dalam asma ulhusna bermakna yang maha mengampuni , Asshobur dalam Asma-ul Husna bermakna Yang maha sabar, Allathief dalam asma ul husna bermakna kelembutan, dan seterusnya.Dengan kata lain, Memaafkan, Kesabaran, Kelapangan hati, dan sifat-sifat positif lainnya adalah bersumber dari Dia yang Esa, sang Penyebab segala sebab.Dengan menyebut salah satu dari namaNya atau dengan menyebut namaNya, , ALLAH

Ada lagi rekan-rekan disebagian tarekat yang menyatakan bahwa kita sudah tidak perlu berdoa atau meminta karena segala sudah Tuhan berikan di dalam diri kita , dengan mengambil ayat berikut," dan ketika kami telah sempurnakan bentuk kejadiannya, kemudian Aku tiupkan ruhKu. (Q.S 15: 29) " Menurut mereka bahwa ruh Tuhan sudah ada dalam diri kita, rezeki sudah diberikan, semuanya sudah lengkap, atas dasar itu , untuk apa kita meminta.Menurut Selanjutnya untuk apa kita mohon perlindungan pada Allah, bukankah Allah sudah melindungi kita.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya akan mengambil analogi komputer,manusia ibarat sebuah komputer super canggih yang super lengkap, di dalamnya sudah dipersiapkan segala sesuatunya oleh penciptanya,termasuk untuk menangkal dan memprotek dirinya dari serangan virus sudah disiapkan perangkat antivirus .Tetapi sehebat apa pun anti virus yang ada dalam komputer tersebut, kita harus sering-sering mengupdatenya , dan saat virus menyerang kita, kita harus mengaktifkannya, menscan lalu menghancurkan virusnya, tanpa itu semua apa gunanya anti virus.

Demikian pula dengan diri manusia, Sang Pencipta melengkapi kita dengan peralatan super canggih, kita memiliki perangkat detektor yang bernama hati, kita diliputi oleh aura yang akan melindungi kita dari gelombang-gelombang negatif eksternal.Saat kita menyebut namaNya, berta'awudz, sebenarnya kita sedang mengaktifkan sistem antivirus yang Tuhan simpan dalam diri kita agar aktif bekerja.Dengan alat EEG bisa dibuktikan bahwa gelombang otak manusia yang tadinya kacau tidak beraturan dapat kembali tenang ( 4-8 Hertz )beberapa saat setelah seseorang berdzikir, artinya antivirus tersebut memang benar-benar bekerja saat kita menyebut namaNya.

Dalam menghadapi samudera kehidupan, tidak jarang virus-virus atau getaran-getaran energi negatif (syaithoni) menyerang dan merusak sistem pertahanan kita.Pada saat virus-virus atau getaran-getaran kasar syetan tersebut masuk, hati sebagai radarnya akan dapat menangkap keberadaan virus tersebut, biasanya muncul rasa tidak nyaman dalam hati kita.Dan saat kita berta'awudz , gelombang energi positif yang halus akan muncul dari lubuk hati kita, semakin lama semakin kuat, gelombang-gelombang energi negatif diahalau keluar dan getaran-getaran halus dari "sifat-sifat" Ilahi akan menormalisir kembali getaran-getaran halus hati kita sehingga jernih murni lagi seperti sediakala.

Saya punya sebuah cerita lain yang barangkali akan menguatkan kembali argumen tentang mengapa harus berta'awudz, sebuah kisah tentang seorang anak yang berjalan dengan ayahnya yang Arif.dalam perjalanan mereka ke suatu tempat, anak itu melihat sebuah batu yang tergeletak di jalan yang dilewatinya." Aku ingin menyingkirkan batu itu karena bisa membuat orang yang sedang lewat tersandung, terjatuh atau bahkan terluka." Kata anak tersebut pada sang ayah."Silakan nak, bila kau sanggup."jawab ayahnya.

Anak kecil itu kemudian berusaha mengangkat batu itu, ia berjuang keras, berkeringat mengeluarkan seluruh tenaganya. Akhirnya ia gagal mengangkat batu itu.Denga kesal ia berkata pada ayahnya," Aku telah berusaha melakukan yang terbaik dan yang kulakukan ini pun adalah hal yang baik, tapi mengapa aku gagal."

Sang ayahnya yang bijaksana ini menjawab,"tapi dimana usaha terbaikmu? Bukankah ayah berdiri disampingmu, ayah ada didekatmu, yang kau butuhkan adalah berbalik dan meminta campurtangan ayah untukmembantumu mengangkat batu itu, maka kekuatan ayah menjadi kekuatanmu, usaha ayah menjadi usahamu, dan kamu akan mengangkat batu tersebut dengan mudah bersama ayah."

Ya, Dia memang selalu bersama kita sepanjang waktu ,tanpa meminta perlindungan padaNya dari segala godaan keberadaanNya disisi kita barangkali tidak berarti apa-apa, kita hanya tinggal berbalik dan meminta padaNya kekuatanNya akan menjadi kekuatan kita, bersama kekuatanNya segala batu yang mengganggu dan merintangi akan dienyahkan dari hidup kita.

Selanjutnya, ta'awudz ( berlindung pada Allah) Dalam perspektif sosial, bisa berarti melindungkan diri pada keteraturan Ilahi, melindungkan diri dari perselisihan pada cinta kasih antar sesama manusia, dari perpecahan pada persatuan Ummat , dari kekacauan pada Wilayah atau kepemimpinan , dari kerusakan moral pada akhlaqul karimah, singkatnya dari hal-hal negatif pada hal-hal positif.

( dari naskah saya yang berjudul : Menggali Potensi Tak Terbatas dalam Diri Manusia dengn KEKUATAN KATA )

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel