Senin, 24 Januari 2011

THE TRUE POWER OF AMAL


Oleh : Ki AKbar (Penulis buku : Biarkan Tubuh Anda yang Menyembuhkan)

Segala perbuatan yang kita lakukan akan selalu mempengaruhi system energi tubuh kita.Segala tindakan yang kita lakukan, baik ataupun buruk , akan selalu berdampak pada system energi tubuh kita.

Firman Allah dalam Alqur`an :

”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri..............................”. (Q.S. Al-Israa’ : 7)
”Maka barang siapa mengerjakan kebaikkan sebarat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (Q.S. Az-Zalzalah: 7)
”Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya”.(Q.S. Az-Zalzalah: 8).


Dalam dogma agama kita sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat di atas mengatakan bahwa segala perbuatan sekecil apapun akan ada balasannya , artinya segala yang dilakukan akan berpengaruh pada diri pelakunya sendiri .Dalam bahasan lainnya kita menyebutnya hukum sebab akibat, atau dalam ilmufisika kita mengenal apa yang dinamakan hukum aksi reaksi. Apa yang terjadi saat ini adalah suatu akibat yang tidak lain merupakan akumulasi dari berbagai sebab yang kita lakukan dimasa yang lalu.Sebuah “Reaksi” dan “Akibat” akan timbul manakala ada sebuah “Aksi” atau “Sebab”. Apa yang kita lakukan saat ini akan menimbulkan dampak kedepannya. Dampak atau Reaksi ini berbanding lurus dengan sebuah Aksi. Jika Aksi baik maka kedepannya akan berimbas baik juga, begitupun sebaliknya.

Pada beberapa artikel sebelumnya ( lihat kriyasemestafoundation.blogspot.com), saya pernah bercerita tentang seorang ibu yang mengalami proses penyembuhan yang sangat cepat dan fantastis.Penyakit miom yang dideritanya tersembuhkan hanya dalam waktu sebulan, padahal ia hanya tiga kali datang ke tempat kami .Semuanya adalah berkah sedekah yang rutin ia jalankan semenjak tahu beratnya penyakit yang diderita, setiap hari ia berbagi sebagian makanan yang akan dihidangkan dengan tetangga sebelah yang jauh lebih miskin darinya.

Sufi besar Muhyiddin Ibnu Arabi menjelaskan bahwa sedekah atau beramal yang dilakukan seseorang di pasar, lebih bernilai dari mengucapkan asma Allah Ya Razzaq… ya Razzaq ribuan kali di dalam masjid. Dari sini kita dapat simpulkan bahwa amal baik kita pada orang lain sebagai tanda bakti pada Ilahi nilainya jauh lebih dahsyat dari hanya duduk diam dan sekedar memuji Ilahi, tindakan lebih berarti dari sekedar kata-kata.

Tidak hanya sedekah, amal apapun yang kita lakukan pada orang lain ataupun lingkungan, kita, sekecil apapun kita memandangnya, akan selalu berdampak pada jasmani, ruhani, dan system energi pengamalnya secara keseluruhan.Bahkan sebuah senyum kecil yang kita sunggingkan pada orang lain, akan menimbulkan rentetan reaksi berantai yang pada akhirnya akan mengakibatkan dampak positif bagi diri kita sendiri.Dalam berbagai situs kesehatan diantarannya kesehatan.myhendra,web.id disebutkan bahwa ternyata dari segi kesehatan, senyum memiliki peran yang penting untuk ikut menjaga kebugaran tubuh. .Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran Endorphin dan Serotonin. Endorphin adalah pereda rasa sakit secara alami, sedangkan Serotonin adalah hormon yang mengendalikan mood seseorang .Selain membantyu merelaksasi otot-otot wajah, senyum pun dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik..Tidak hanya itu, Ketika kita tersenyum, maka tekanan darah pun akan menurun dengan sendirinya. Senyum, sebuah amal atau aksi kecil yang kita lakukan akan menimbulkan serentetan reaksi berantai yang akan mempengaruhi alam semesta dan pada akhirnya manfaatnya akan kembali pada diri kita sendiri.
Suatu hari saya pernah betemu dengan seorang ahli spiritual healing, metodenya selain memberikan motivasi berlandaskan tauhid pada pasiennya, ia pun menggunakan penyaluran energi spiritual.Saya melihat ada sertifikat Master dari guru besar tenaga prana Grand Mater Choa Kok Sui di ruang prakteknya, dan saya pun merasakan energi beliau ini memang cukup kuat.Saat ditanyakan , Abu Reza begitu panggilan akrabnya menjawab ,” Saya jarang meditasi apalagi puasa. Energi penyembuhan yang saya dapatkan ini adalah anuigerah dari Allah setelah menjalani laku spiritual tertentu.”

Saat ditanyakan tentang laku apa yang dijalaninya, praktisi spiritual yang juga pengusaha computer ini menjawab,” Karena saat itu guru saya yang seorang Kyai di sebuah pondok pesantren di Jawa Barat menyuruh saya puasa senin kamis demi mendapatkan ilmu pengobatan, saya katakana saja terus terang pada beliau bahwa bagi saya shaum wajib ramadlan pun teramat berat untuk menjalaninya apalagi shaum sunat.Saya berusaha menawarnya dengan amalan lain yang ganjarannya hampir sama dengan shaum.Guru saya menyarankan agar saya membersihkan mesjid setiap hari sambil memberi makan orang miskin setiap hari.Akhirnya setiap hari tidak pernah saya lewatkan tanpa menyapu dan mengepel mesjid dan berbagai makanan dengan petugas masjid setiap harinya, dan itu itu saya lakukan selama 40 hari berturut-turut.Hingga suatu hari saya mengikuti lokakarya Tenaga Prana yang dihadiri langsung oleh Grand Master Choa Kok Sui.Tanpa diduga , Sang Grand Master asala Filipina itu mendekati saya dan mengatakan bahwa energi tubuh dan spiritual saya jauh di atas semua siswa yang hadir saat itu dan beliau pun langsung memberikan sertifikat master pengajar pada saya.”

Dari kisah di atas,. kita pun mendapatkan pelajaran lainnya bahwa perlakuan baik kita atau amal yang kita lakukan pada lingkungan pada akhirnya akan kembali pada diri kita sendiri.Segala perbuatan baik kita pada orang lain atau lingkungan kita akan menimbulkan dampak positif pada system energi kita secara keseluruhan.Kita dan lingkungan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.Ambil contoh saat kita menyapu halaman atau jalan disekitar rumah kita, aksi tersebut tidak hanya sekedar menjadikan halaman dan jalan menjadi bersih, tetapi akan menimbulkan pula rasa nyaman atau rasa keindahan saat memandangnya, walhasil system energi tubuh kita pun akan membaik karena rasa nyaman ini.

Dalam sudut pandang Fisika Quantum, maupun Wahdatul Wujud difahami bahwa diri kita (mikrokosmos) adalah bagian yang tak terpisahkan dengan (alam semesta) makrokosmos, kita dan semesta adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain. Seperti halnya dengan gas buang yang kita lepaskan dari knalpot kendaraan kita setiap harinya akan kembali meracuni paru-paru kita, karena hekekatnya kita dan semesta adalah suatu kesatuan yang tak terpisahkan.Darisini kita dapat memahami mengapa sebuah senyum yang kita sunggingkan pada orang lain ternyata berdampak pula pada kesehatan tubuh kita , dan pada system tubuh kita secara keseluruhan.

Suatu hari seorang teman , sebut saja namanya Ade , mengeluhkan tentang upayanya banting tulang mencari rezeki untuk keluarganya, namun ikhtiarnya selama berhari-hari belum juga membuahkan hasil.Setelah mendengan keluh kesahnya, seorang teman langsung menimpalinya”jelas saja usahamu ga berhasil, wajahmu saja kusut, pasti rezekimu juga kusut,”

Setelah mendengar saran-saran kami, keesokan harinya Ade memulai harinya dengan sebuah senyuman, ia mncoba tersenyum pada dirinya, tersenyum pada kehidupannya.Selama perjalanannya ke Bandung dari rumahnya di kota garut ia mencoba tersenyum.Menjelang sore ia dikejutkan dengan sebuah pesan singkat di handphonenya yang kurang lebih berbunyi,” proyeknya dah goal, ada komisi buat lu, datang aja kesin!”

Sebuah amal apapun yang kita lakukan pada orang lain , bahkan sebuah senyum yang kita sunggingkan pada orang lain adalah sebuah aksi yang memancarkan medan energi positif yang akan menyebabkan serangkaian reaksi berantai di alam semesta yang kemudian akan kembali pada diri kita sendiri.Mekanismenya memang seperti itu.Itulah hukum semesta.

Rabu, 01 Desember 2010

SUATU MALAM DI WANARAJA GARUT, SEBUAH RENUNGAN SEDERHANA TENTANG KESABARAN


oleh : Ki Akbar Kuspriadi penulis buku
"Biarkan Tubuh Anda yang menyembuhkan" (Pustaka Hidayah group)

“Kedudukan sabar di dalam iman seperti kedudukan kepala di dalam tubuh. Jika kepala berpisah dari tubuh, maka rusaklah tubuh. Jika Sabar berpisah dari urusan, maka rusaklah urusan”
“Barang siapa membuang kesabaran, maka kecemasan akan menghancurkannya”


Amirul mu`minin `Ali bin Abi Tholib



Saat kami bersilaturahmi ke rumah Ustadz Zakaria , salah seorang guru spiritual saya di Wanaraja Garut, beliau menceritakan tentang seorang tukang batu yang sedang memukuli batu yang cukup besar.Di Lauhul Mahfudz sana tertulis bahwa batu tersebut akan pecah pada pukulan ke 101.Tukang batu itu dengan sabar memukuli batu tersebut berulang kali tanpa pernah tahu pada hitungan ke berapa batu itu akan hancur.Tepat pada hitungan ke 101 …..KRAK….. batu besar itupun terbelah.andaikata ia berhenti pada pukulan ke 100an tidak melanjutkan ke pukulan 101, maka batu itu tidak akan terbelah.



Seperti tetesan air hujan yang menyirami tanah yang kerontang, kisah tukang batu yang diceritakan Uzak , begitu panggilan akrabnya , mengingatkan dan menyadarkanku kembali tentang makna kesabaran. Kisah tukang batu ini membuka wacanaku bahwa ternyata kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian "nrimo", ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan, diam pasif dan menunggu. Sabar dalam konteks ini adalah kekuatan mental yang tidak menyerah begitu saja pada kenyataan.



Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Seseorang yang menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja, tidak dapat disebut sabar. Sabar merupakan keseimbangan antara sikap aktif dan pasif, sabar adalah pergerakan tanpa henti, ya ….. seperti tukang batu tersebut yang terus bergerak tanpa pernah tahu kapan urusannya selesai.



Seperti halnya sebuah atom, sebuah atom terjadi karena adanya keseimbangan gaya tarik menarik dan tolak menolak yang seimbang, keseimbangan tersebutlah yang kemudian menghasilkan perputaran elektron mengelilingi inti atom, sebuah perputaran yang tanpa henti.Kesabaran yang sejati akan menghasilkan pergerakan indah yang tanpa henti, menari berputar bersama semesta, dalam tasbih pujian pada Ilahi.



Segala hal di alam semesta ini pun merupakan wujud dari kesabatranm, karena merupakan pancaran dari Ilahi YANG MAHA SABAR. Induk ayam tidak akan dapat menetaskan telurnya kecuali setelah melewati waktu tertentu, butuh waktu dalam mengerami telur-telurnya agar telurnya dapat menetas. Seekor ulat harus melalui proses “sabar” dengan menjalani fase kepompongnya terlebih dahulu sebelum akhirnnya dapat terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.Seorang murid tidak akan mencapai derajat tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kecuali setelah bersabar selama bertahun-tahun dalam belajar.



Sabar bukanlah berarti berhenti, bila seorang penyabar terlihat tidak bergerak, maka tidak bergeraknya ini bukanlah berhentinya ia dari pergerakan tetapi menunggu saat yang tepat untuk bergerak, atau mengambil ancang-ancang, bersiap sesaat untuk ke proses berikutnya.



Dalam pelajaran ilmu jeblag pernafasaan Nampon, Abah Ajat menjelaskan bahwa tidak pada setiap kondisi lawan dapat dipentalkan, tetapi ada suatu moment dimana lawan menahan nafas dan bersiap untuk melakukan penyerangan yang dalam bahasa sunda disebut ngawahan.Nah, di saat lawan "ngawahan" itulah kita dapat menjeblagnya dengan sempurna, mementalkan atau membalikan serangannya.Bila lawan belum berada dalam posisi ini, kita menjeblagnya, maka ini adalah sia-sia. Kesabaran pun dibutuhkan bahkan dalam ilmu persilatan.



Tentang sabar ini, Imam Ali pun pernah berkata :" Bahwa itu ada dua, pertama adalah sabar dengan hal-hal yang disukai, yang kedua adalah sabar dengan hal-hal yang tidak disukai. "Dalam konteks ini sabar adalah kekuatan pantang menyerah dalam kondisi apapun, orang yang sabar itu tetap bergerak dalam kondisi suka maupun duka.



Sabar juga memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.



Makna Sabar



Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Secara definitive sabar berarti Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah Sabar berarti pula tidak lari dari kenyataan, tidak lari dari medan perjuangan hidup.



Dalam konteks di atas sabar bisa diartikan sebagai focus, yakni pengarahan energi kearah pencapaian tujuan secara terus menerus dan konsisten.Keluh kesah , marah terhadap keadaan adalah penghamburan energi yang tidak terarah, semua ini merupakan bentuk dari ketidak sabaran.Orang yang sabar dapat menahan darinya dari segala bentuk penghamburan energi, energinya ia fokuskan kearah tujuan.



Saat sabar sesungguhnya seluruh sel-sel tubuh kita kita menyerap energi positif, fikiran dan perasaan kita terhubung dengan Ilahi SANG MAHA SABAR.Allah menggambarkan pula dalam Qur`an bahwa hambaNya yang sabar terhubung dengan pertolongan Ilahi, perhatikan ayat berikut : "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar QS.2: 1534. Di ayat lain Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (3: 146)



Saat kita tidak sabar, konektifitas kita dengan Ilahi terputus, sel-sel tubuh kita menyerap energi negative yang kian lama kian merusak system tubuh kita.Dalam penyembuhan kesabaran menrupkan kunci sukses menuju kesembuhan.seorang pasien yang sabar akan lebih cepat sembuhnya ketimbang pasien yang tidak sabaran dan gampang menyerah.

Selanjutnya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, Ustadz Zakaria yang lulusan Hauzah Ilmiah Qum Iran ini bertanya pada kami,” Dalam cerita tadi disebutkan bahwa batu tersebut belah pada pukulan yang ke 101.Yang ingin saya tanyakan adalah, pada pukulan ke berapa batu tersebut belah.”



” Pukulan yang ke 101 tadz.” Jawab saya yakin. ”Kurang tepat.”Jawab ustdz. Tiba-tiba seorang yang hadir menjawab mantap.” Yang memecahkan batu itu adalah serangkaian pukulan yang konsisten dari pukulan yang pertama hingga pukulan yang ke 101.” Ustadz menjawab,” Ya, benar”.

Rabu, 22 September 2010

SHAUM RAMADHAN, AJANG KULTIVASI LAHIR-BATHIN MENUJU HARMONI


Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Tabib pribadi Raja Harun al-Rasyid berkata dengan nada mengejek kepada AlImam Ali bin Husein yang lebih dikenal dengan sebutan Ali Zainal Abiddin bahwa kitab suci al-qur’an tidak sempurna, Qur`an tidak membahas ilmu kesehatan, padahal menurutnyanya ilmu itu ada dua macam: ilmu agama dan ilmu tubuh(kesehatan). Imam AliZainal Abiddin menjawab “Sesungguhnya Allah swt. mengumpulkan ilmu kesehatan hanya pada setengah ayat dalam kitab suci kami”. “Apa itu ?” tanyanya. Imam membacakan potongan ayat 31 dari surah al-‘araf “Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan”.

Karena merasa belum puas Dokter kristen tadi mengejar Imam dengan pertanyaan lain “Tapi bukankah Nabimu tidak pernah mengajarkan ilmu kesehatan ?”. Imam menjawab “Nabi kami membahas lengkap kesehatan hanya dalam satu hadistsnya, yaitu: manusia tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari pada perut (lambung). Cukuplah baginya beberapa suap makanan sekadar bisa menegakkan tulang punggungnya. Jika menuntut harus dipenuhi, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk pernapasan”. Dokter tadi terkagum-kagum dan berkata “ternyata Hipokrates tidak ada apa-apanya dibanding kitab suci dan Nabimu”.

Dalam dialog diatas tergambar bahwa islam adalah agama integralistik, utuh sempurna yang tidak dikotomis, yaitu membahas semua lini hidup dan kehidupan manusia,dari hal terkecil sampai yang terbesar, dari mulai buang air kecil,sampai mengatur negara. Dalam artikel ini,saya akan sedikit membahas bahwa aspek ritual ramadhan ternyata tidak hanya berdampak terhadap manusia secara emosional, mental dan spiritual saja, tetapi juga memiliki dampak terhadap kesehatan fisik.Dengan shaum dan ritual-ritual lainnya di bulkan ramadhan, seorang dilatih menjadi pribadi yang kuat jasmani-rohani atau dalam bahasa lain diistilahkan sebagai “insan kamil” yakni seorang yang layak menyandang predikat wakil Tuhan di muka bumi ( khalifah fil ardli ).


Shaum sebagaimana ibadah-ibadah yang lain,bertujuan mendekat pada Allah sang Pencipta langit dan bumi.Dalam kajian Ibnu Arabi,mendekat bisa berarti mendekati sifat-sifat Tuhan,dalam diri kita tersimpan sifat-sifat Ilahiayah, dalam teks agama disebutkan bahwa Tuhan meniupkan ruhNya pada kita setelah proses penciptaan kita sempurna. Seperti halnya saat seorang menuntut ilmu ,hakekatnya ia sedang mendekat pada Al Alim,Yang Maha tahu. Demikian pula dengan seorang manusia yang sedang mencari rizki ,pada hakekatnya ia sedang mendekat pada Arrozaq ,Yang Maha memberi Rezeki.


Ahlul bait (keluarga) nabi saat melafalkan niat dalam shaum di bulan ramadhan selalu menggunakan kata “qurbatan ilallah “ artinya mendekat kepada Allah.Dalam shaum seorang berusaha lebih mendekat lagi pada Dia yang Maha dekat dengan cara meneladani sifat-sifatnya, karena itu kita meneladaniNya dengan cara tidak makan ,tidak minum dan shabar .


Begitupun dalam amalan Bulan Ramadhan yang lain seperti anjuran menghidupkan malam-malam alqadar,kita dilatih pula untuk tidak tidur dan berbuat amal kebajikan seperti berbagi pada sesama (sidqoh) .Sebagaimana Dia yang Tidak tidur , Senantiasa Maha menyantuni dan Maha Memberi, maka di bulan ramadhan inipun kita dilatih untuk meneladaniNya dengan cara mengurangi tidur terutama di malam-malam alqadar , dan memperbanyak amal dengan berbagai pada sesama.




TAKHOLLI ATAU PENGOSONGAN DIRI


Dalam kajian tasawwuf kita mendengar istilah Takholli-Tahallidan tajalli. Takholli artinya mengosongkan diri dari hal-hal buruk, dalam terminologi tasawuf takholli berarti membersihkan diri dari berbagai dosa yang mengotori jiwa, baik dari dosa lahir maupun dari dosa batin, atau berbagai penyakit hati. Saat shaum atau berpuasa secara fisik kita mengosongkan perut kita dari hal-hal duniawi, ini adalah aspek takholli dalam shaum .


Secara medis,saat seseorang berpuasa ,cadangan lemak dalam tubuhnya termasuk di dalamnya toksin-toksin (racun-racun) yang telah lama tersimpan, terurai dan kemudian keluar dari tubuhnya. Menurut McFadon, seorang ahli kesehatan Amerika, ‘Setiap orang perlu puasa, karena kalau tidak maka ia akan sakit. Karena racun makanan berkumpul dalam tubuh dan membuatnya seperti orang sakit, memberatkan tubuhnya, dan mengurangi vitalitasnya. Apabila ia berpuasa, maka berat badannya menurun, dan racun-racun ini terurai daritubuhnya dan keluar, sehingga tubuhnya menjadi bersih secara sempurna, lalu bobot tubuhnya akan kembali naik, dan sel-selnya kembali baru dalam waktu tidak lebih dari 20 hari setelah berhenti puasa. Pada saat itu ia merasakan vitalitas dan kekuatan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.’


Saat berpuasa atau saum ini,segala racun-racun jasmani akan terurai dan kemudian keluar dari tubuh manusia.Sebagaimana yang kita tahu bahwa tubuh kita seringkali menerima asupan makanan yang tidak berkah, dalam bahasa Reiki barangkali kita menyebutnya sebagai makanan yang mengandung atau menyimpan energi negatif.Nah,makanan-makanan haram, atau tidak berkah ini tersimpan lama dalam tubuh kita dan memberikan dampak yang tidak hanya pada tubuh fisik kita tetapi juga berdampak buruk bagi tubuh energi dan ruhani kita.Shaum dalam hal ini dapat kita jadikan sarana untuk mengosongkan tubuh kita tidak hanya dari toksin atau racun-racun jasmani saja, tetapi juga dari racun-racun ruhani, karena sel-sel yang menyimpan getaran energi negatif yang dapat mengotori ruhani kita, kembali terurai dan keluar dari tubuh kita dengan shaum, inilah aspek takholli dalam shaum.Selanjutnya dikatakan bahwa setelah 20 hari berhenti puasa , sel-sel tubuh kita akan kembali baru, ini berhubungan dengan aspek tahalli yang akan kita bahas berikut ini



TAHALLI ,MENYERAP ENERGI ILAHIYAH

Tahalli secara bahasa berarti menempatkan atau mengisi. Dalam dunia tasawuf berarti mengisi atau menghiasi diri dengan berbagai amal saleh, baik amalan lahir maupun amalan batin. Tahalli berarti pula menghiasi diri dengan sifat-sifat yang terpuji dengan “meniru” akhlak atau sifat-sifat Allah. Dalam kaitan ini misalnya ada hadits yang sudah cukup populer karena sering dikutip para ustadz dalam berbagai ceramah keagamaan , "takhallaqu bi akhlaqillah" artinya Berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah.


Setelah kotoran-kotoran ruhani yang selama ini membebani jiwa kita ter’detoksifikasikan”,selanjutnya kita mengisinya dengan energy spiritual yang positif.Saat kita tadarus atau membaca Alqur`an atau membaca doa-doa ataupun berdzikir menyebut nama-namaNya, segala getaran energy positif yang terkandung dalam kata-kata yang kita baca akan terserap dan mempengaruhi fisik-emosional-mental hingga kemudian spiritual kita.


Kita ingat penemuan Dr.masaru Emoto bahwa tiap kata mengandung hado yaitu sesuatu “getaran energi’ yang memuat informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan kata tersebut. Dan dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa hado yang tersimpan dalam kata-kata tersebut dapat mempengaruhi air .Tubuh manusia yang 2/3nya adalah air tentunya sangat responsive dengan kata-kata yang sering kita ucapkan.Saat shaum,kita dilatih untukmengurangi bahkan menghentikan mengucapkan kata-kata negative, seperti kata-kata jorok, umpatan, atau perkataan-perkataan yang tidak berguna, selanjutnya kita mengisi diri kita dengan kata-kata berhado positif dari qur`an dan nama-nama Ilahi dalam berbagai doa maupun amalan -amalan lain yang kita panjatkan.


Ayat-ayat alQur`an merupakan kalam Ilahi yang memiliki dampakbagi jiwa manusia, hal ini terbukti dalam sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Al Qadhi, melalui sebuah penelitian yang dilakukan di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, ilmuwan ini berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar. Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.



Selanjutnya, Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an



Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Alquran pun ternyata terbukti pula memberikan efek positif jika diperdengarkan kepada bayi. sebagaimana diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997,bahwa bayi berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.Hal ini sesuai denganFirman Allah “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).“Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus/10: 57)



TAJALI, MANIFESTASI HASIL LATIHAN



Tahap Selanjutnya adalah tajalli yang merupakan hasil atau buah dari dua langkah sebelumnya, dimana seorang insan diformat ulang melalui takhalli dan tahalli.Tajalli artinya menampakan, dalam kajian tasawwuf Ibnu Arabi seorang yang mencapai keadaan tajalli telah berhasil menampakan sifat-sifat atau cahaya ke-tuhanan dalam dirinya.Artinya setelah diri dikosongkan dari kotoran-kotoran atau racun-racun ruhani , kemudian diisi kembali dengan cahaya atau getaran energy positif , maka selanjutnya pengaruh atau dampak dari getaran energy positif tersebut akan memancar keluar, tampak melalui pancaran wajahnya , terlihat melalui perilakunya.


Dalam QS. Al-Ahzab 33: 45-46 disebutkan bahwa Nabi merupakan tajalli dari sifat-sifat (yang bersumber dari) Tuhan :“Wahai Nabi sesungguhnya Kami telah mengutusmu sebagai seorang Saksi, Seorang Pembawa kabar gembira, dan seorang Pemberi Peringatan, dan sebagai Seorang Penyeru (Da’i) kepada Allah dengan izin-Nya, dan sebagai suatu Lampu yang menebarkan Cahaya

“.




Sifat Rouf dan rahim yang berasal dari Ilahi telah terserap dan terpancar dalam kepribadian Sang Nabi saww.Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa di saat malam IdulFitri Sang Nabi Suci menemukan seorang anak yatim yang sedang manangis.Dengan lembut Sang Nabi bertanya pada si anak, “ kenapa engkau menangis ?”si anak menuturkan bahwa kedua orangtuanya telah tiada, anak itu tinggal sebatang kara tanpa ayah dan ibu.Dengan penuh kasih, Sang Nabi Islam memeluk anak tersebut dengan hangat dan mengatakan<” maukah engkau bila Muhammad menjadi ayahmu, Ali menjadi pamanmu,hasan dan Husein menjadi saudaramu.” Anak itu mengangguk haru,dengan penuh kasih nabi membawanya pulang.Dalam kisah tersebut kita melihat tajalli atau penampakan “kasih Tuhan “ dan ‘keLembutkan Tuhan” dalam akhlak Nabi.



Di saat lain saat orang-orang Thaif melemparinya dengan batu dan sesuatu yang kotor,nabi memaafkan dan mendoakan mereka .Qur`an menggambarkan pancaran “Sifat-sifat” (yang bersumber) dari Tuhan yang wujud dalam kepribadian Nabi sebagai berikut: “Telah datang kepada kalian seorang Rasul dari bangsa kalian (manusia), sangat berat memikirkan hal yang menimpa kalian, ( hafidzun ) sangat memelihara kalian dan (raufurrahim )sangat berkasih sayang kepada orang – orang yang beriman” QS. At-Taubah : 128.



Dalam sebuah diskusi dengan teman-teman yang mengaku telah bersatu dengan Allah, saya mengatakan ,”Bohong kalau ada orang yang merasa bersatu dengan Allah sementara dalam hatinya masih menyimpan kebencian,kemarahan,keluh kesah dan berbagai penyakit hati.seorang yang telah mencapai taraf tajalli adalah seorang yang dalam kepribadiannya terpancar akhlak yang agung yang bersumber dari Yang Maha Agung”



Sejarah pun telah pula membuktikan pada kita bahwa ritual-ritual Ibadah termasuk shaum yang dilakukan dengan benar dan penuh kesungguhan akan memunculkan pribadi-pribadi Insan Kamil yang tampak dalam kepribadiannya Cahaya Spiritual (yang bersumber dari) Tuhan.Diriwayatkan bahwa pada malam ke 19 Ramadhan Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah dibunuh sedang menjalankan saat sholat subuh oleh ibnu Muljam dengan pedangnya yang beracun. Dalam keadaan terluka parah, Al Imam Ali berseru “ Aku menang wahai Pemilik ka`bah”.Saat Ibnu Muljam sang pembunuh di hadapkan ke hadapannya, al Imam malah mengatakan,” longgarkan ikatannya (karena ikatan itu menyakitinya).” Dalam riwayat lain dikatakan bahwa bahwa Al Imam membagi jatah susu dan roti saat makan sahur dan berbuka puasanya untuk sang pembunuh.Sebuah kisah indah tantang tajalli , penampakan Kekuatan Spiritual Pemaaf-Pengasih-Penyayang- dan Shabar yang bersumberkan dari Sang Pemilik Lagit dan Bumi dalam diri manusia.



MANUSIA-MANUSIA KUAT HASIL BINAAN MADRASAH PUASA



Puasa dalam menjadikan seorang manusia kuat secara psikologis, , dalam sebuah penelitian yang dilakukan Alan Cott terhadap pasien gangguan jiwa di rumah sakit Grace Square, New York ditemukan bahwa Pasien sakit jiwa ternyata bisa sembuh dengan terapi puasa.Ditinjau dari segi penyembuhan kecemasan, dilaporkan oleh Alan Cott, bahwa penyakit seperti susah tidur, merasa rendah diri, juga dapat disembuhkan dengan puasa.


Hal ini sejalan dengan beberapa hasil penelitian yang dilakukan para pakar psikiatri. Nicolayev, seorang guru besar yang bekerja pada lembaga psikiatri Moscow (the Moskow Psychiatric Institute), mencoba menyembuhkan gangguan kejiwaan dengan berpuasa. Nicolayev mengadakan penelitian eksperimen dengan membagi subjek menjadi dua kelompok sama besar, baik usia maupun berat ringannya penyakit yang diderita. Kelompok pertama diberi pengobatan dengan ramuan obat-obatan. Sedangkan kelompok kedua diperintahkan untuk berpuasa selama 30 hari. Dua kelompok tadi dipantau perkembangan fisik dan mentalnya dengan tes-tes psikologis. Dari eksperimen tersebut diperoleh hasil yang sangat luar biasa, yaitu banyak pasien yang tidak bisa disembuhkan dengan terapi medis, ternyata bisa disembuhkan dengan puasa. Selain itu kemungkinan pasien tidak kambuh lagi selama 6 tahun kemudian ternyata tinggi. Sebagioan besar pasien tetap sehat.


Tentang kekuatan jiwa hasil binaan madrasah ramadhan ini ,Sayyid Ali Khamenei pernah menyatakan tatkala muncul ancaman Amerika-Israel untuk menghentikan program nuklirnya,” kami kaum Muslimin Iran tidak pernah takut pada Amerika dan kekuatan manapun, kami tidak takut akan boikot ataupun ancaman peperangan karena kami sudah terbiasa berpuasa di bulan ramadhan.”


Secara fisik ,puasa pun ternyata memberikan pula dampak yang signifikan bagi ketahanan tubuh terhadap penyakit. Menurut hasil penelitian oleh para ahli kesehatan di Universitas Osaka, Jepang pada tahun 1930 Bentuk perisai yang tumbuh dari aktivitas puasa, ialah bertambahnya sel darah putih dan diblokirnya suplai makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker yang bersarang pada tubuh. Hal ini menjadikan orang-orang yang berpuasa memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang kuat. Karena itu mereka kelihatan lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit.



KEMBALI KE HARMONI



Sebelum ramadhan, selama sebelas bulan kita mengotori tubuh kita dengan berbagai makanan yang kurang baik bagi tubuh kita, kita meracuni darah dan seluruh organ-organ tubuh kita dengan zat-zat beracun.Demikian halnya ruhani kita pun kita kotori dengan berbagai sampah yang diproduksi oleh fikiran berupa berbagai prasangka dan berbagai isme yang merusak jiwa , belum lagi hati kita pun ikut mengotori jiwa dengan menyuplai berbagai energi negative berupa hasud dengki dan berbagai penyakit hati lainnya, selama sebelas bulan jiwa kita terbebani, selama itu kita menjadi musuh diri kita sendiri.kita merusak tubuh dan jiwa kita sendiri.


Dengan shaum kita memperbaiki hubungan kita dengan tubuh kita sendiri, , seorang yang telah menyelesaikan puasanya selama 30 hari, sel-sel lamanya akan tergantikan dengan sel-sel baru, racun-racun tubuh dan berbagai energi negative yang selama ini merusak dibuang keluar tubuh, digantikan dengan sel-sel baru.Saat berpuasa atau saum ini,segala racun-racun jasmani akan terurai dan kemudian keluar dari tubuh manusia, hal ini menjadikan system energi tubuhnya kembali pulih, sistem tubuh pun kembali terbaharui .Artinya mekanisme alamiah tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri akan bekerja seperti sediakala, organ-organ tubuh bekerjasama dalam harmoni seperti sebelumnya.Dengan shaum kita berdamai dengan tubuh kita sendiri.

Demikian pula secara spiritual, setelah terbersihkan dari kotoran-kotoran ruhaninya, seorang peshaum sejati kini kembali ke kondisi fitri.Bila sebelas bulan sebelum ramadhan kita mengotori jiwa kita sendiri, selama shaum kita dilatih untuk memberikan asupan hal-hal positif bagi jiwa,kita membaca tadarus, berdzikir, shalat sunat, dan berbagai amalan lainnya, sementara itu asupan-asupan negatif seperti marah, berbicara yang tidak bermanfaat dan lain sebagainya selama shaum dihentikan, singkatnya kita berdamai dengan diri kita sendiri.


Selain zakat dan meningkatkan silaturahmi, Keluarga Rasulullah mengajarkan pula berbagai doa khusus selama bulan ramadhan, salah satu diantaranya adalah doa selepas shalat berikut ini :

“Ya Allah, `bahagiakanlah kepada penghuni kubur. Ya Allah, kayakanlah setiap yang faqir. Ya Allah, kenyangkanlah setiap yang lapar. Ya Allah, berikanlah pakaian setiap yang tidak berpakaian. Ya Allah, tunaikanlah hutang setiap yang berhutang. Ya Allah, bahagiakanlah setiap yang menderita. Ya Allah, kembalikanlah setiap yang terasing.Ya Allah, bebaskanlah setiap yang tertawan. Ya Allah, perbaiki setiap yang rosak dari urusan kaum muslimin. Ya Allah, sembuhkanlah setiap yang sakit. Ya Allah, kayakanlah kami dengan kekayaan-Mu. Ya Allah, ubahkanlah keburukan keadaan kami dengan kebaikan keadaan-Mu. Ya Allah, tunaikan hutang kami dan kayakan kefaqiran kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.Berbagai amalan di bulan ramadhan kita melatih kita untuk peduli terhadap orang lain, dengan melatih diri selama ramadhan kita dilatih untuk berdamai dengan lingkungan tempat tinggal kita , kita diajarkan untuk hidup harmonis bersama makhluk-makhluk Tuhan di alam semesta ciptaanNya.”


Selama ramadhan kita pun danjurkan membaca berbagai amalan, salah satu diantaranya adalah doa Hazin, suatu doa yang dianjurkan dibaca diwaktu sahur selama bulan ramadhan :

Unâjîka yâ Mawjûdan fî kulli makân, la`allaka tasma`u nidâî. Faqad `azhuma jurmî wa qalla hayâî.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Aku bermunajat kepada-Mu, wahai Yang Ada di semua tempat dengarlah panggilanku. Sungguh besar kedurhakaanku, sedikit benar rasa maluku


Mawlâya yâ Mawlâya, hattâ matâ wa ilâ matâ aqûlu lakal `utbâ marratan ba`da ukhrâ, tsumma lâ tajidu `indî shidqan walâ wafââ.

Junjunganku duhai Junjunganku, sampai kapan harus kuucapkan janji yang terakhir pada-Mu, sementara tidak Kau dapati dalam diriku kejujuran dan kesetiaan dalam janjinya.

Fa yâ Ghawtsâhu tsumma wâ Ghawtsâhu bika yâ Allâh min hawâ qad ghalabanî, wa min `aduwwin qadistaqlaba `alayya, wa min dun-yâ qad tazayyanat lî, wa min nafsin ammâratin bissûi illâ mâ rahima Rabbî.

Wahai Pelindungku, aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari hawa nafsu yang menguasaiku, musuh yang mengejarku, dunia yang menghiasiku, dan jiwa yang memerintahku pada keburukan. Semua itu akan terjadi kecuali yang dikasihi Tuhanku.


sebagaimana amalan lainnya di bulan ramadham, doa hazin ini mengajarkan kita untuk berdamai dengan hati dan jiwa kita , dan menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan Sang Kholiq.


Akhirnya, seperti seekor ulat yang menjalani puasanya menjadi kepompong, setelah menyelesaikan puasanya ini makhluk kecil nan buruk pun berubah menjadi makhluk baru yang lebih cantik dari sebelumnya, ia kini menjadi seekor kupu-kupu.Seperti itulah seharusnya seorang peshaum yang telah menyelesaikan kultivasi shaumnya di buan ramadhan, selanjutnya ia bertransformasi menjadi manusia sempurna.



(disarikan dari khutbah Lailatulqadar Ustadz Fuad Hadi dan ustadz Jalaluddin Rahmat dan berbagai sumber lainnya )

Senin, 02 Agustus 2010

PENYAKIT DAN IKHTIAR PENYEMBUHAN DALAM SUDUT PANDANG SUFISME II


Pada artikel sebelumnya,kita sedikit membahas asal muasal penyakit bahwa penyakit adalah akumulasi dari berbagai sebab yang kita buat di masa sebelumnya, atau dapat dikatakan bahwa realitas yang terjadi saat ini merupakan sebuah akibat dari berbagai sebab yang terjadi di masa lalu. Selanjutnya kita pun membahas bahwa apa yang kita lakukan di alam ini membutuhkan waktu dan proses atau bahkan membutuhkan sebab-sabab lainnya untuk mewujud di alam ini, dan apa yang terjadi di alam "sana" pun membutuhkan proses dan waktu atau beberapa sebab lainnya untuk mewujud di alam realitas Itulah sebabnya mengapa ada orang yang berdoa atau berikhtiar untuk sembuh namun belum diijabah atau belum "mewujud" , karena memang semuanya butuh proses, butuh waktu dan butuh beberapa sebab lainnya untuk mewujud dalam sebuah "akibat " yang kita kehendaki.

Pada pembahasan kali ini saya akan sedikit mengungkapkan “kemungkinan lain” dari suatu penyakit.Sebagaimana yang dikatakan para ahli teologi (kalam) atau falsafah bahwa semesta ini adalah mumkinul wujud,wujud yang serba mungkin alias tidak pasti, kita sama-sama fahami bahwa wujud absolut hanyalah dia Sang Wajibul Wujud.Segala wujud “mengada”, karena Dialah penyebabnya.Segalanya di alam semesta ini serba tidak pasti, bahkan pembahasan filsafat yang paling benar sekalipun hanyalah penggambaran dari realitas yang sebenarnya, tetapi bukanlah realitas itu sendiri.Dari sini kita menyadari bahwa pembahasan yang paling benar sekalipun hanyalah penggambaran dari suatu kebenaran , bukan kebenaran itu sendiri, kerana hakekatnya kebenaran itu suci dan tak pernah tersentuh.

Sebagaimana yang kita bahas dalam artikel sebelumnya bahwa segala yang terjadi merupakan akibat dari berbagai sebab yang kita ciptakan, dan berbagai sebab pasti akan berakhir hanya pada satu sebab saja, Dialah Sang Musab al asbab, Penyebab Segala Sebab.Dari konsep ini kita meyakini bahwa segala yang terjadi selalu berhubungan sengan Dia, artinya segala yang tak pasti di alam ini akan selalu terhubung dengan Dia Yang Maha Pasti.

Dalam pembahasan lain dikatakan pula bahwa alam semesta atau segala realitas yang ada di alam ini merupakan “ayat-ayat”Nya, artinya Dia selalu berbicara kepada seluruh ciptaanNya melalui berbagai realitas yang terjadi di alam ini.Tentang hal ini Einsten pernah berkata “ Dengan memahami hukum-hukum alam semesta ini, maka kita akan dapat memahami untuk apa Tuhan menciptakan kita.Segala kejadian dialam ini adalah firman Sang pencipta.

Melalui segala yang terjadi Tuhan berbicara pada kita, dari konsep ini kita dapat memahami bahwa suatu penyakit bisa jadi merupakan media komunikasi Sang Pencipta pada makhluk-makhlukNya.Saat seorang sakit sering kesemutan atau sering sakit kepala tiba-tiba misalnya, bisa jadi itu merupakan suatu sinyal positif dari Sang Pencipta atau pernyataan penuh kasih Ilahi yang berbisik pada orang tersebut untuk segera memperhatikan kondisi dirinya sendiri.Menurut medis sakit kesemutan , sering sakit kepala atau pusing tiba-tiba bisa saja merupakan salah satu gejala stroke.Jadi, bila seseorang sering mengalami sakit kepala kesemutan misalnya, mungkin saja itu merupakan cara Tuhan berkomunikasi dengan kita agar memperbaiki pola makan, agar jangan berfikir terlalu ruwet atau agar kita mulai rajin berolahraga.sakit kesemutan atau kehilangan tenaga tiba-tiba merupakan suatu firman Allah yang berbisik halus,”penyakit ini merupakan tanda dariKu akan datangnya suatu bahaya lain yang lebih besar bila engkau tidak segera memperbaiki dirimu.Maka mulai saat ini Kuperintahkan agar engkau segera memperbaiki dirimu sebelum semuanya terlambat ,maka segeralah ubah pola hidupmu.”

Atau saat seseorang sering sesak nafas dan mengalami rasa pegal di dada misalnya, bisa jadi sakit sesak nafas dan pegal itu merupakan “sapa mesra” Ilahi untuk mengajaknya kembali pada harmoni, pada pola hidup sehat, keseimbangan jasad dan jiwa.Menurut medis, sering sesak nafas bisa jadi merupakan gejala sakit jantung koroner, artinya itu memang merupakan tanda dari Sang Pencipta yang memberi tahu makhluknya akan suatu bahaya yang lebih besar bila ia tidak segera merubah pola hidupnya.Dengan sering sakit sesak dan nyeri di dada ini seolah-olah Sang maha Kasih berbisik dengan lembut ,” Hati-hati sayang, segeralah kembali ke harmoni sebelum semuanya terlambat.” Hanya saja, telinga kita terlalu tuli untuk mendengar ‘bisik mesraNya” itu, terlalu banyak dosa-dosa yang mengHijab kita dariNya.

Dalam teks agama ada istilah ikhtiar, ikhtiar artinya adalah pilihan.Dalam konteks bahwa penyakit merupakan pesan dari Allah, dapat kita fahami bahwa dengan sakit-sakit awal (gejala) , kita kembali dihadapkan pada dua pilihan untuk mendengarkan pesan kasih Ilahi tersebut dengan mengadakan perubahan dalam hidup, kembali dalam harmoni atau memilih bersikap tidak mau tahu dan menjalani hidup tidak sehat seperti yang biasa dijalani sebelumnya .Dua kemungkinan ini pada akhirnya membawa kita pada kemungkinan lain, bila kita memilih mendengarkan “pesan kasih”Nya maka kita akan bahagia, adapun bila kita memilih tidak mau tahu, menutup mata hati dan telinga kita maka akan berakibat penyesalan .Di sini kita fahami bahwa hidup adalah pilihan.

Bagi para `abid (ahli `ibadah), salik atau para `urafa ( para sufi/ ahli irfan), penyakit bisa saja merupakan pesan Tuhan untuk mengajaknya kembali meningkatkan gairah ibadah. Seorang teman saya, yang hidup lurus dalam kesalehan, mengaku selama beberapa tahun belakangan disibukan dengan berbagai kesibukan di kantornya yang cukup menguras energy fisik dan fikirannya.Pada suatu ketika ia pun sakit dan menjalani rawat jalan selama sebulan di rumahnya, dalam kondisi sakitnya ini ia berujar ,” Alhamdulillah, dalam sakit ini saya diberi kesempatan oleh Ilahi untuk menyiram kembali jiwaku yang selama ini kerontang.Disini saya bisa menikmati dzikir dan waktu-waktu indah bersama anak dan istri.,”

Melalui sakit,kadangkala Allah membawa kita pada kondisi jiwa yang lebih murni, pada penyegaran spiritual, menyucikan jiwa dari dosa,atau membawa hamba-hambaNya pada kesadaran atau maqam ruhani tertentu.

Hal ini dialami oleh salah seorang pasien saya, melalui strokenya ia kembali disadarkan bahwa selama ini Allah telah memberinya berbagai kenikmatan yang bahkan luput ia syukuri, kenikmatan bergerak dan kenikmatan menikmati hidup.Dengan serangan strokenya,Allah meruntuhkan segala benteng kepongahan yang ia bangun selama ini.Setelah membaik dan mulai bisa menjalankan ritual shalat, ia mengakui bahwa selama ini ia merasa sobong, dan dengan serangan strokenya tersebut Sang Maha kasih telah meruntuhkan bangunan arogansi yang selama ini ia bangun.

Melalui sakit kadangkala Sang Pencipta dengan penuh kearifan memahamkan seseorang untuk menerima sesuatu yang sebelumnya karena kesombongannya sulit ia terima,, sebagaimana yang dialama Bang Imad (Imaduddin Abdurahman ) .Penceramah agama dan penulis buku-buku Islam beraliran keras ini sebelumnya tidak dapat memahami tekhnik-tekhnik penyembuhan spiritual atau penyembuhan alternative lainnya, menurutnya hanya cara medis atau dengan cara-cara yang teruji secara klinis saja yang diakui Islam, diluar itu menurutnya adalah hal-hal tahayul ,khurafat yang menjerumuskan pelakunya pada syirik.Pada suatu hari beliau mengalami sakit yang amat sangat di kepalanya, berdasarkan hasik CT scan, ustadz ini divonis dokter mengidap tumor otak.SEtelah berbagai ikhtiar ia lakukan dan tidak membuahkan hasil, akhirnya beliau mencoba tekhnik penyembuhan spiritual, kali ini berhasil,tumornya pun hilang setelah menjalani beberapa kali perawatan.Pada akhirnya arogansi intelektualnya pun sirna setelah Tuhan menunjukan KuasaNya untuk menyembuhkan melalui tangan seorang spiritual healer, sebagaimmana yang beliau sendiri akui dalam sebuah acara di salah satu televisi swasta nasional

Ada lagi kisah sembuh lainnya, saya punya kenalan seorang lelaki tua, beliau adalah Praktisi spiritual healing di daerah Garut Jawa barat,beliau sudah berhasil mengobati puluhan bahkan ratusan pasien tumor.Suatu hari lelaki tua yang akrab dipanggil Mama ini merasa ada benjolan tumbuh di perutnya.Menurut medis beliau mengidap tumor stadium 3.Karena merasa mempunyai koleksi segudang doa penyembuhan dan merasa mampu menyembuhkan dirinya sendiri, ia memutuskan untuk tidak berobat medis.”Biasa oge cageur ku basmalah atawa shalawat wungkul (biasajuga sembuh dengan basmalah atau hanya shalawat saja.” Ujarnya.Selanjutnya berbagai cara ia terapkan namun penyakitnya tak kunjung sembuh, malah perutnya kian membuncit.

Pada suatu malam setelah menyadari perutnya kian mengeras, beliau pun mulai menyadari sesuatu.Sambil mengelus-elus perutnya yang kian buncit itu sebait doa ia panjatkan pada Ilahi,” Ya Allah terimakasih , melalui penyakit ini Kau sadarkan hambaMu yang sombong ini, bahwa ternyata yang menyembuhkan para pasienku selama ini adalah Engkau,bahkan hamba tidak kuasa untuk berbuat apa-apa.Ya Allah besok aku akan berobat dengan cara lain,bila memang Engkau tidak izinkan aku untuk sembuh, hamba tetap menerimanya dengan ikhlas.Mangga nyanggakeun gusti ( silakan buat apa saja, saya menerimanya Tuanku).”Dalam keadaan haru ia menepuk-nepuk perutnya sambil berkata,” hai penyakit, terimakasih engkau telah sadarkan aku, aku izinkan engkau hidup di tubuhku asal jangan ganggu aku ibadah pada Allah.”.malam itu uasai tahajud beliau tertidur sangat lelap.Keesokan harinya ia tersentak kaget mendapati perut buncitnya itu mulai mengempes, sebulan kemudian sakitnya pun sembuh setelah ia menyadari sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.Begitulah terkadang cara Tuhan menyapa hamba-hambaNya.

Rabu, 26 Mei 2010

PENYAKIT DAN IKHTIAR PENYEMBUHAN DALAM SUDUT PANDANG SUFISME I




Oleh : Ki Akbar

Dalam kajian tasawwuf atau Irfan ada istilah tajassumul a`mal.Tajassum artinya berwujud secara fisik, a`mal artinya perbuatan.Jadi, dalam perspektif ini segala amal yang kita lakukan akan berwujud secara fisik.

Menurut KH.Jalaluddin Rahmat, tajassumul a`mal ini memiliki dua pengertian, arti yang pertama adalah bahwa segala amal perbuatan kita akan berwujud di alam lain sebagai suatu bentuk fisik di alam tersebut.Arti yang kedua adalah bahwa segala amal perbuatan kita akan menimbulkan akibat (dalam bentuk fisik).Kedua pengertian ini sebenarnya saling berhubungan, satu kesatuan yang tak terpisahkan .

Dalam metafisika Islam, alam ini terbagi dalam beberapa tingkatan, Alam Nasut, Jabarut, , Malakut, dan Lahut.Untuk membahasnya membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan halaman-halaman yang tebal dan pembahasan yang cukup rumit.Lain waktu dan kesempatan kita dapat membahasnya, insya Allah.Dalam Fisika setidaknya kita akan membagi alam ini menjadi dua saja, alam materi dimana semuanya, terasa, teraba, dapat dibagi, dan terukur dalam kaidah ilmu fisika Newtonian, dan berikutnya ada alam Quantum yaitu suatu dimensi halus, atau realitas non fisik yang tidak dapat dibagi.Untuk mempermudah pembahasan, dalam tulisan saya kali ini, kita akan membagi alam ini menjadi dua saja, alam materi atau alam fisik, dan alam non materi atau alam quanta.Dalam metafisika kesundaan pun dikenal dua pembagiaan alam, alam kanyataan dan kasunyataan.

Suatu benda materi yang terlihat kokoh, padat, dan solid dari sudut pandang fisik , di alam quantum terlihat merupakan gabungan partikel-partikel halus sub atomik yang “bahan dasarnya” adalah energi quanta, sesuatu yang non materi, sebagaimana penyataan fisikawan David Bohm ,” Alam semesta yang selama ini dipandang sebagai materi sebenarnya adalah lautan energi, dan kita adalah riak-riak dalam kolam energi yang luas itu.”.Semesta tersusun dari atom-atom yang di dalamnya ada sebuah inti atom yang “dithawafi” electron.Sebagaimana yang kita tahu bahwa electron yang mengelilingi inti atom ini bukan materi, sementara inti atom yang dikelilinginya adalah sesuatu yang kosong.

Benda yang terlihat diam dan solid di alam kebendaan ini , bila dilihat di alam quanta merupakan kumpulan atom-atom yang di dalamnya ada perputaran “thawaf” elekton mengelilingi inti atomnya masing-masing.Itulah sebabnya mengapa Sayidina Ali saat hendak duduk di sebuah batu yang terlihat diam mengucapkan salam pada batu tersebut,” assalaamu `alaikum wahai kalian yang berputar-putar.”

Menurut kepercayaan Jawa, tiap diri itu ada kembarannya di alam sana, tidak hanya diri kita, segala prilaku bahkan tekad kita pun memiliki kembaran di alam sana. Sebuah riwayat pun menyebutkan bahwa ketika Rasulullah duduk bersama Aisyah , lewatlah sekelompok Yahudi.salah seorang Yahudi itu memelesetkan assalaamu`alaikum dengan ucapan “assaamu `alaikum” yang artinya “Matilah engkau” .Nabi dengan tenang menjawabnya” wa `alaikum” ( dan engkau juga).

Demikian pula yahudi-yahudi yang lain mengucapkan yang sama pada Nabi, dan Nabi pun menjawabnya dengan tenang.Aisyah yang saat itu sangat jengkel mendadak menghardik Yahudi itu dengan ucapan,” Wahai anak-anak monyet dan babi.” Lalu rasulullah melihat kepada istrinya sambil berkata,” mengapa engkau ucapkan kata-kata itu? Tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang kau ucapkan itu, nanti akan berwujud menjadi makhluk menakutkan yang akan menemanimu kelak.”

Jadi segala yang kita lakukan di alam ini , bahkan masih dalam tahap niat sekalipun akan mewujud di alam lain sebagai suatu bentuk fisik, dan apa yang terbentuk di alam sana pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi, situasi ataupun realitas di alam sini.Dari konsep ini sangat mungkin realitas yang terjadi saat ini berupa penyakit misalnya, sumbernya berasal dari alam sana, yang ujung-ujungnya bisa saja disebabkan oleh sebuah tindakan kita dimasa yang lalu.

Sebagai contoh rasa kecewa yang kita tumpuk terus menerus akan menciptakan suatu wujud fisik di alam sana, dan bila terus menerus kita hidup dalam kekecewaan terhadap keadaan , wujud fisik yang tercipta di alam sana lama kelamaan akan semakin kuat dan membesar.Tiap kali kita kecewa terhadap keadaan, disaat yang sama wujud yang terbentuk di alam quantum akan semakin membesar dan terus membesar, dan itu akan berdampak dalam kehidupan kita di alam materi ini, cepat atau lambat.

Dalam buku Mind Power terbitan Dahara Press, dikisahkan tentang seorang anak kecil yang menderita penyakit tumor otak. Karena sudah tidak ada harapan dan tidak mungkin untuk operasi, sang dokter yang kebetulan pernah ikut training Mind Power mengajarinya sebuah tekhnik sederhana.Tahap pertama si anak disadarkan bahwa di dalam kepalanya ada sebuah monster jahat yang sedang menggerogoti otaknya.Selanjutnya tiap harinya selama 20 menit si anak penderita tumor ini dibimbing untuk menlakukan visualisasi dengan membayangkan pesawat-pesawat dalam film startrek, yang merupakan film kegemarannya, menembaki monster jahat tersebut.

Setelah beberapa bulan menerapkan tekhnik tersebut, suatu hari si anak berteriak-teriak kegirangan ,” dokter, monster jahat itu mati. Monster itu musnah.” Benar saja, melalui CT scan terlihat bahwa otak anak tersebut tidak lagi ditumbuhi tumor sebagaimana sebelumnya.

Ada lagi kisah seorang penderita kanker paru-paru yang menerapkan sebuah tekhnik sederhana, dalam alam fikirannya ia membayang bahwa paru-parunya digerogoti sekelompok anjing kelaparan.Ia menggambarkan dirinya di “alam non realitas’ tersebut berusaha menjinakan anjing-anjing kelaparan ini dengan memberikan biscuit sambil mengelus-elus kepala mereka.Dalam beberapa minggu, upaya yang ia lakukan di alam fikirannya tersebut berhasil.Anjing-anjing tersebut menjadi jinak dalam “realitas abstrak” yang ia ciptakan dalam fikirannya .Beberapa hari setelahnya sesak nafasnya hilang, tumornya pun hilang setelah menerapkan tekhnik tersebut.

Kisah-kisah di atas menerangkan pada kita bahwa apa-apa yang kita lakukan di alam ini bahkan baru pada tahapan niat sekalipun, menciptakan suatu realitas di alam sana yang pada gilirannya akan memanifestasikan diri di alam materi ini sebagai suatu realitas.

Segala yang terjadi di saat ini merupakan akibat dari serangkaian perbuatan kita di masa lalu,dengan kata lain perbuatan-perbuatan kita di masa lalu menciptakan sebuah realitas kwanta di alam quantum dan itu semua merupakan penyebab dari apa yang terjadi saat ini.Semuanya merupakan rantai aksi-reaksi atau rantai sebab-akibat yang saling berhubungan .

Dari perspektif ini bisa difahami bahwa penyakit yang dialami seorang pasien saat ini berasal dari perbuatan-perbuatan (termasuk perbuatan hati) di masa lalu dan untuk mengubahnya diperlukan ikhtiar.Ikhtiar yang secara bahasa berarti memilih, dalam perspektif ini berarti bahwa segala upaya kita di saat ini untuk mengubah realitas yang terjadi di alam sana, yang diharapkan dapat mempengaruhi keadaan kita di masa datang.

Saya pernah menangani seorang wanita yang sering sakit saat menstruasi, dari hasil scaning tangan atau deteksi saya menemukan adanya sel-sel abnormal (semacam tumor) yang tumbuh di rahimnya.Pasien yang penasaran ini kemudian memeriksakan diri ke dokter, dari hasil USG saat itu tidak ditemukan adanya tumor, myoma dan sejenisnya.

Sebulan kemudian sakit di rahim pasien semakin menjadi, akhirnya ia dirawat di UGD.Dalam pemeriksaan USG kali ini ditemukan adanya tumor di sekitar tahimnya yang menekan saluran kencing.

Di saat yang lain, pernah ada seorang perempuan abg yang mengidap tumor rahim, setelah menjalani perawatan selama tiga minggu,pasien ini saya nyatakan sembuh, karena saya tidak temukan adanya energi negative berdasarkan scaning tangan saya dan beberapa rekan.Tetapi pasien masih "ngotot" merasakan sakit, dan berdasarkan USG memang tumor itu masih bercokol di dalam rahimnya.Karena saat itu orang tua pasien tidak punya uang untuk biaya operasi , anaknya pun di bawa pulang sambil mengumpulkan uang untuk operasi.Dua bulan berikutnya, sebelum operasi, anak ini di-USG sekali lagi untuk memastikan besarnya tumor, walhasil dalam pemeriksaan USG kali ini tidak ditemukan adanya tumor dalam rahim anak tersebut.

Dari beberapa pengalaman tersebut saya menyimpulkan bahwa apa yang kita lakukan di alam "sini" membutuhkan waktu dan proses atau bahkan membutuhkan sebab-sabab lainnya untuk mewujud di alam "sana", dan apa yang terjadi di alam "sana" pun membutuhkan proses dan waktu atau beberapa sebab lainnya untuk mewujud di alam "sini" Itulah sebabnya mengapa ada orang yang berdoa atau berikhtiar untuk sembuh namun belum diijabah atau belum "mewujud" , karena memang semuanya butuh proses, butuh waktu dan butuh beberapa sebab lainnya untuk mewujud menjadi sebuah "akibat " yang kita kehendaki.Seperti sebuah benih yang kita tanam, semuanya butuh proses, butuh waktu , dan butuh berbagai hal lainnnya agar dapat tumbuh dengan sempurna.

(gabung di face book kami : Kriya semesta / email facebook kesadaransemesta@yahoo.co.id atau join di grup fb : Ki Akbar )

Kamis, 11 Februari 2010

JADIKANLAH RUMAHMU SEBAGAI SURGAMU


Oleh : Ki Akbar

“Rumahku surgaku” (Muhammad al Musthofa saww)

Manusia sebagai mikrokosmos dan semesta sebagai makrokosmos adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, satu kesatuan yang utuh, masing-masing saling melingkupi dan dilingkupi, saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lain.

Saat seorang melepaskan gas beracun kealam semesta, pada hekekatnya ia sedang meracuni paru-parunya sendiri dengan gas tersebut . Saat seorang atau sekelompok manusia dengan seenaknya menebang pohon, pada hakekatnya ia sedang menghancurkan masa depan anak cucunya, artinya ia pun sedang menghancurkan kehidupannya atau dirinya sendiri.

Dalam lingkup yang lebih kecil, rumah merupakan alam semesta kecil yang melingkupi dilingkupi, menjadi bagian tak terpisahkan, dalam kehidupan anda sebagai manusia.Ada hubungan timbal balik yang saling berhubungan timbal-balik .antara anda dengan rumah tempat anda tinggal .

Menurut ilmu Feng shui yang merupakan pengembangan dari kosmologi Cina kuno, rumah diyakini dapat mempengaruhi kehidupan manusia termasuk di dalamnya kesehatan manusia.Kondisi rumah, termasuk interiornya yang tidak harmonis dianggap dapat mempengaruhi kondisi kesehatan para penghuninya.Di tatar Sunda dikenal pula ilmu perhitungan seperti ini, mereka menyebutnya PALINTANGAN.Seperti halnya Feng Shui,Palintangan pun meyakini bahwa dengan merubah, tata letak ruang yang tadinya tidak harmonis menjadi harmonis ,akan mengakibatkan energi dalam rumah tersebut menjadi lebih baik dan pada gilirannya kondisi kesehatan manusia pun akan membaik.

Fengshui maupun Palintangan pun mengenal adanya benda-benda tertentu yang dapat mempengaruhi aura rumah ataupun menetralisir aura suatu rumah. Syeikh Radhiyuddin Abi Nashril Hasan bin Al-Fadl ath-Thabarsi, dalam kitab Makarimal-Akhlak salah satu kitab khazanah klasik Islam pun mengakui pula adanya benda-benda yang dapat mempengaruhi penghuninya.Selain benda-benda yang berhubungan dengan kemusyrikan, hewan-hewan tertentu yang memiliki najis pun diyakini membawa buruk bagi penghuninya, sebaliknya benda-benda tertentu yang bertuliskan Nama-nama Allah, ataupun ayam jago dianggap membawa pengaruh positif bagi penghuni rumah.

Belakangan, perkembangan ilmu pengetahuan pun mengakui pula tentang kaitan erat antara rumah dengan penghuninya, rumah yang sehat dan layak huni dapat mempengaruhi kondisi kesehatan penghuninya.Rumah yang sehat dan layak huni menurut ilmu Kesehatan Lingkungan ternyata tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain:
1. Sirkulasi udara yang baik.
2. Penerangan yang cukup.
3. Air bersih terpenuhi.
4. Pembuangan air limbah diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran.
5. Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor.


Seperti halnya Fengshui, Palintangan maupun ilmu kesehatan lingkungan , kami pun meyakini bahwa rumah sangat berkaitan erat dengan kondisi kesehatan manusia.Dari beberapa kasus yang kami tangani, kami menemukan ada beberapa pasien yang kami tangani yang tadinya sulit sembuh menjadi berangsur-angsur membaik setelah pindah kamar atau dilakukan penyapuan energi di dalam rumah tinggalnya.

Pada pembahasan sebelumnya kita sedikit membahas tentang pengaruh fikiran , perasaan,ataupun kata-kata terhadap kesehatan.Tidak hanya terhadap diri manusia, fikiran , perasaan ,maupun kata-kata yang terucap ternyata juga mempengaruhi lingkungan sekitar termasuk rumah tinggal .

Dalam Fisika Quantum dikatakan bahwa tiap-tiap atom menyerap energi semesta dan memancarkannya kembali dalam satuan kwanta.Artinya bila anda sering mengucapkan kata-kata negative ataupun sering berfikir negative, energi negative yang terpancar dari diri anda tersebut akan diserap oleh atom-atom di rumah anda dan dipancarkan kembali pada diri anda.Apa jadinya bila anda terus menerus berfikir negative dan mengucapkan kata-kata negative di rumah tinggal anda.Bisa jadi rumah anda saat ini pun diliputi oleh medan energi buruk yang anda suplai setiap hari.Atau mungkin saja aura rumah anda yang buruk, atau kondisi rumah dan lingkungan anda baik secara ekologis maupun dari sudut pandang energi semesta lah yang menyebabkan anda sulit untuk disembuhkan.

Untuk itu, mulai dari saat ini segeralah perbaiki kondisi lingkungan dan rumah tinggal anda selaras dengan alam semesta, baik secara ekologis ataupun secara Fengshui barangkali bila hal ini bisa membuat anda nyaman, karena kondisi lingkungan yang nyaman akan membuat fikiran menjadi fresh yang tentunya akan membuat kondisi kesehatan anda menjadi lebih baik.

Terlepas dari pro-kontra pemahaman fengshui ini bahwa ada benda-benda tertentu yang dapat memberikan pengaruh positif atau menetralisir energi buruk, logika sehat kita pun mengakui pula adanya pernak-pernik ruangan yang dapat memberi pengaruh positif pada penghuninya, misalnya Tulisan ayat-ayat suci dari Kitab suci yang kita yakini ataupun nama-nama Tuhan maupun tokoh tertentupun ternyata memberi efek motivasi atau mensugesti para pembacanya.Anda dapat mengganti lukisan-lukisan tanpa arti yang anda pajang di rumah anda dengan lukisan, foto, maupun kaligrafi yang memotivasi dan memberikan pengaruh positif bagi orang-orang yang memandangnya. Disamping itu anda pun dapat menempatkan pernak-pernik ruangan yang indah, merubah warna cat ruangan rumah terutama kamar anda dengan warna-warna yang cerah atau menempatkan sebuah aquarium yang berisikan ikan-ikan yang berwarna cerah untuk membuat kesan indah , dan nyaman dalam rumah anda.Dengan memandangnya anda akan semakin merasa sehat dan terus termotivasi untuk lebih baik lagi.

Tahap berikutnya, hiasilah rumah tinggal anda dengan perasaan dan fikiran positif dan kata-kata positif, hentikan makian ataupun kata-kata kotor karena hal itu akan sangat membuat aura rumah anda tidak nyaman. Hiasilah pula rumah anda dengan energi spiritual dari doa-doa yang anda panjatkan maupun ayat-ayat yang anda lantunkan.
Jadikanlah rumahmu sebagai tempat ternyaman dalam hidupmu, buatlah surga di rumah anda , sebagaimana kondisi surga yang digambarkan oleh Alqur`an :

<span style="font-weight:bold;">“Mereka (para penghuni surga ) tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa akan tetapi mereka hanya mendengar ucapan salam keselamatan. “
(QS. 56:25-26)
Ki Akbar adalah nama yang diberikan Abah Ajat ( H.Sudrajat Handawinata, guru besar Nampon)kepada penulis pada tanggal 22 Desember 2009 . Sejak saat itu penulis tidak lagi emakai nama Akbar Kuspriadi dalam tiap tulisannya tetapi menggunakan nama yang Abah berikan, Ki Akbar

Jumat, 15 Januari 2010

MENANGISLAH BILA MEMANG HARUS MENANGIS




Oleh : Akbar Kuspriadi GMR

“Menangislah bila harus menangis
Karena kita semua manusia
Manusia bisa terluka, manusia pasti menangis,
dan manusia pun bisa mengambil hikmah”

(Petikan lagu Dewa19)

Sebagaimana petikan dari lirik lagu Dewa 19 di atas adalah wajar bila kita menangis, karena menangis adalah salah satu fitrah kemanusiaan . Pekerjaan pertama kita saat terlahir di dunia adalah menangis, ini menunjukan bahwa menangis adalah hal fitrah kemanusiaan, sehingga mamaksakan diri untuk tidak menangis berarti menampik fitrah kita sebagai manusia.

Dengan menangis, energi kemarahan dan kekesalan dan berbagai energi negatif lainnya yang diproduksi fikiran saat mengalami hal yang kurang menyenangkan lepas, keluar dari dalam diri kita. Seorang anak kecil yang terjatuh saat belajar berjalan atau karena hal-hal lainnya hal, akan menangis untuk melepaskan rasa kecewanya, setelah itu ia kembali nyaman dan kemudian tertawa dan berlari-lari kembali. Tangisan merupakan mekanisme alamiah yang Tuhan tetapkan dalam diri manusia baik laki-laki ataupun perempuan.

Menangis itu sehat.

Selama dan setelah menangis, pernafasan kita biasanya lebih “plong” dan lebih dalam, sehingga kadar oksigen dalam darah meningkat. Hal ini akan membuat mental dan fisik terasa lebih kuat. Melihat banyaknya manfaat dari tangisan, para peneliti di AS kini merekomendasikan terapi menangis
untuk orang-orang tertentu, terutama mereka yang punya kesulitan dalam mengekspresikan emosinya

Secara medis,menangis dianggap bisa menyembuhkan sakit dan meningkatkan kadar hormon adrenalin
Berdasarkan Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika Serikat menyebutkan, 9 dari 10 orang mengaku merasa lebih lega setelah menangis.

Tentang menangis ini Dr Simon Moore, psikolog dari London Metropolitan University menyatakan "Menangis adalah pelepasan emosi yang paling tepat saat kita tak bisa mengungkapkannya lewat kata-kata," kata.

Sementara itu Profesor William Frey, ahli tangis dari AS, berpendapat bahwa air mata yang dikeluarkan saat kita sedang emosional mengandung hormon endorphin atau stres sehingga bisa membuat perasaan lebih plong. Menangis juga diketahui bisa menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.

Pada saat menangis, beban emosi yang tertahan akan muntah bersamaan dengan “sesunggukan” dan air mata.Endapan energi negatif akan terlepas ke alam semesta bersamaan dengan terurainya air mata. Saat itu pula system emosional–mental kita menyeimbangkan dirinya sendiri. Pikiran akan kembali berisi materi yang seimbang.

Menangis dalam Alqur`an

Setelah didahului dengan kisah tentang hijrahnya Bani Israil dari kejaran Fir`aun (Q.s. 44 :23-28), selajutnya Qur`an menyatakan dalam ayat berikutnya ( Q.S.23 : 29) ” maka langit dan bumi tidak menangisi mereka (orang-orang yang zhalim) , dan tidak pula mereka diberi penangguhan waktu.” berkenaan dengan ayat tersebut dalam sebuah pengajiannya Ustadz Bakrin salah seorang guru saya menyatakan bahwa dalam ayat ini disebutkan bahwa alam semesta tidak mau menangisi orang yang zhalim.Saat ditanyakan apakah artinya selain orang zhalim alam semesta menangisi mereka, ustadz menyatakan ”Ya.”

Tangisan merupakan mekanisme penyeimbang yang Tuhan ciptakan dan takdirkan atas makhluk-makhluknyadan seluruh semestaNya tak terkecuali manusia. Dalam fitrah kemanusiaannya, bahkan para Nabi pun tak luput dari menangis, tentang hal ini Qur`an menyampaikan kisahnya :
”Dan Ya`kub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata :” Aduhai duka citaku terhadap Yusuf.’ Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan.”

Disamping itu, tangisan dapat pula dijadikan sebagai jalan untuk mengekspresikan rasa penyesalan kita, sebagai pernyataan revolusi diri, taubat atau berubah untuk menjadi makhluk yang lebih baik sebagaimana firmanNya dalam alQur`an :
” Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis.” ( Q.S: 9 :82 )

Itulah sebabanya barangkali mengapa para sufi seringkali menggunakan tangisan sebagai jembatan taubat mereka pada Ilahi, bagi mereka banyak tertawa dianggap sebagai suatu perbuatan yang akan mengeraskan hati,sementara banyakmenangis itu akan melembutkan hati, dalam konteks sufisme menangis merupakan suatu kendaraan menuju Tuhan Sang Pencipta.

Menangis bisa membuatmu kuat


Dalam istilah Sunda ada yang namanya “Ceurik Batin” atau “Menangis Batin”. Salah seorang guru silat saya pernah dihina keluarganya karena miskin, lalu ia menangis dan bermunajat pada Ilahi. Tangisan itu kemudian membuatnya bangkit. Ya, sebuah tangisan memang sering melahirkan inspirasi dan menguatkan mental. Energi spiritual yang dahsyat sering muncul manakala seseorang sudah bisa menangis. Seperti yang kang Anang (guru saya) alami. Menangis bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan dan membuatnya kuat menghadapi berbagai kesulitan demi kesulitan hingga mencapai kemenangan yang diharapkan. Setahun setelah “Ceurik Batin”ini, ia bangkit sebagai seorang pedagang sukses dengan omset jutaan bahkan puluhan juta perhari.

Saat menangis, energy-energi negatif yang muncul dari rasa kecewa, rasa marah , pesimistis dan lain sebagainya, keluar dari tubuh kita bersamaan dengan meluapnya airmata kita, bersamaan dengan itu energy baru akan masuk dari alam semesta, itulah sebabnya tangisan itu bisa menguatkan diri kita.

Tersebutlah Imam Ali zainal `Abidin , seorang Imam ahlul bait yang terkenal banyak menangis. Putera Al Husein cucu Nabi Muhammad ini, menyaksikan langsung bagaimana ayahnya Al Husein dan saudara-saudaranya dibantai dan kemudian disembelih dihadapan wajah beliau di sebuah tempat bernama Nainawa (Kuffah) .Sejak peristiwa tersebut, beliau dikenal banyak menangis, dalam sebuah riwayat beliau bahkan menangis dalam keadaan sujud hingga berjam-jam, dari mulut ikhlasnya terucap sanjungan dan pujian pada ilahi, sebagaimana yang sebuah doa masyhur yang etrucap darimulut beliau ,” Ilahi…..banyaknya nikmat yang Engkau turunkan malah membuatku banyak lupa padaMu…. Berbagai kebaikan yang Kau curahkan malah membuat lidahku kelu untuk menghitungknya…Ilahi…. Bagaimana mungkin aku dapat bersyulkur padaMu sementara syukur kami padaMu membutuhkan sukur lagi…”.Saat ditawan oleh pasukan Yazid, beliau digiring sejauh berpuluh-puluh mil dari kota Kuffah ke Damaskus dalam kondisi berjalan tertatih-tatih penuh derita dan kehausan itu pun beliau masih tetap bersyukur, dengarlah jerit tangisnya di malam sunyi,” Ilahi….. inilah aku yang membalas berbagai kebaikan dari Mu dengan pembangkanganku.” Dalam penderitaan dan berbagai kesulitan hidupnya, beliau masih bersyukur pada Tuhan, sebuah pribadi yang teramat kuat.

Demikianlah, menangis itu bisa menguatkan diri kita. Karena itu menangislah pada Tuhanmu,biarkan Dia membasuh airmata di wajah anda.Dengan menangis anda akan lebih lega sehingga kekuatan spiritual anda akan terjernihkan kembali. Dan janganlah malu untuk menangis dihadapan Tuhan, karena bila anda menangis dan mengeluh dihadapan manusia anda hanya akan dianggap sebagai orang yang cengeng, tetapi bila anda menangis dihadapan penciptamu yang maha Kasih, maka Dia akan memahamimu dan memelukmu dengan penuh Kasih, akuilah kelemahanmu, maka Dia akan kembali menguatkanmu, akuilah ketidakmmampuanmu maka Dia akan membuatmu mampu.

(SEbagian besar tulisan ini Diambil dari naskah saya yang berjudul : Biarkan Tubuh Anda Yang Menyembuhkan )